6 Tutorial Investasi Yang Dilakukan Warren Buffet

By | 17 Mei 2019

Farhan21.com – Prinsip investasi Warren Buffet telah membuatnya dikenal sebagai “investor terbaik dunia”. Warren Buffet membeli saham pertamanya pada tahun 1941 pada usia 11 tahun. Pada usia 15 tahun, ia telah memiliki kekayaan senilai $6000. Dalam 70 tahun kemudian, ia berhasil meningkatkan kekayaannya hingga mencapai $84 miliar, menjadikannya orang terkaya ketiga di dunia.

Apabila kamu ingin mencapai kesuksesan dalam berinvestasi, kamu bisa mengikuti apa yang Buffet lakukan untuk menghasilkan keuntungan lebih banyak dan mengurangi peluang kerugian. Yuk simak beberapa langkah investasi Buffet yang dapat kamu tiru.

1. Beli bisnis, bukan sekedar sahamnya

Filosofi investasi Buffet berfokus pada mengidentifikasi perusahaan sukses dengan harga yang masuk akal. Buffet lebih memperhatikan kondisi fundamental perusahaan dan manajemen yang menjalankan perusahaan tersebut dibandingkan dengan pergerakan harga saham perusahaan. Selain itu, ia juga memperhatikan persaingan yang dihadapi perusahaan, konsumennya, serta produk dan jasanya.

2. Investasi pada industri dan perusahaan yang kamu kenal

Dengan berinvestasi pada industri dan perusahaan yang kamu kenal, kamu akan lebih mudah untuk tetap update mengenai berita-berita industri dan perusahaan. Membeli suatu saham hanya karena ikut-ikutan tanpa terlebih dahulu mengenal baik perusahaan tersebut adalah cara tercepat untuk gagal investasi di pasar modal.

3. Ikuti perkembangan perusahaan

Setelah kamu menjadi pemilik perusahaan dengan membeli sahamnya, terus ikuti perkembangan perusahaan. Kamu tidak perlu memperhatikan pergerakan sahamnya setiap detik atau setiap hari. Namun setidaknya, lihat perkembangan perusahaan yang kamu miliki setiap bulannya. Kamu bisa membaca berbagai berita terkait perusahaan pada berbagai surat kabar atau media berita online. Selain itu kamu juga bisa membaca laporan keuangan perusahaan yang biasanya dirilis per 3 bulan atau laporan tahunan yang dirilis setahun sekali.

4. Menjual pada saat yang tepat

Beberapa media menjadikan Buffet sebagai contoh dimana kita harus berinvestasi dengan buy and hold. Namun, bukan berarti Buffet sepenuhnya melupakan perusahaan yang ia miliki, Buffet terus memantau kondisinya. Buffet selalu memiliki alasan yang jelas ketika memiliki suatu perusahaan, dan ketika alasan tersebut tidak lagi terpenuhi, ia akan menjual perusahaan tersebut.

5. Kendalikan emosi

Salah satu faktor keberhasilan Buffet adalah kemampuannya dalam mengontrol emosinya. Buffet dapat membuat keputusan investasi yang rasional dalam keadaan dimana investor-investor lainnya membiarkan emosi mempengaruhinya. Hal ini memang tidak mudah dilakukan, tetapi setidaknya kita dapat mencoba untuk selalu rasional dalam membuat keputusan investasi.

6. Be fearful when others are greedy

Salah satu ucapan Buffet yang sering dikutip adalah “takutlah ketika kebanyakan orang serakah, dan serakahlah ketika kebanyakan orang takut”. Dengan kata lain, kesempatan terbaik untuk membeli adalah ketika investor lainnya panik menjual sahamnya. Salah satu contohnya adalah Buffet membeli saham Bank of America senilai $5 miliar ketika krisis keuangan 2008. Kamu juga dapat melakukan hal yang sama. Ketika saham suatu perusahaan yang kamu tahu memiliki fundamental baik sedang turun harganya, itulah saat yang baik untuk membeli perusahaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *