Belajar Tuntas Analisa Fundamental Saham Perusahaan

By | 5 Mei 2019

Farhan21.com – Pada kesempatan ini admin akan mencoba menyederhakan pengertian beberapa istilah istilah analisa fundamental perusahaan.

Biasanya seorang investor dalam menganalisa laporan keuangan perusahaan yang telah disusun oleh manajemen (jadi ga usah susah” nyusun lagi, tinggal baca aja) melalui beberapa rasio. Rasio ini adalah alat yang dipergunakan oleh investor untuk menilai sehat atau tidaknya suatu perusahaan untuk dibeli.

Yang pertama adalah EPS.
Apa sih EPS (Earning Per Share) itu? sederhananya EPS sebagaimana kepanjangannya adalah rasio yang digunakan oleh investor untuk melihat laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan selama periode perusahaan selama periode laporan keuangan (biasanya 1 tahun) per lembar saham nya.

Yang kedua adalah PER.
Apa sih PER (Price Earning Ratio) itu? ini juga sebenarnya rasio yang sangat sederhana dan paling sering dipergunakan oleh investor untuk melihat seberapa tinggi harga suatu saham apabila dibandingkan dengan laba yang dihasilkannya perlembar saham.

Artinya PER ini membandingkan antara harga suatu saham di pasar dengan EPS nya (yang dibahas sebelumnya). Investor juga biasa menyebut PER sebagai indikator seberapa mahal suatu saham. Biasanya satuannya adalah kali. Contoh PER = 1x artinya harga sahamnya sama dengan laba yang dihasilkannya. Kalau 2x artinya harga sahamnya sudah dia kali lipat dari pada labanya.

Kemudian beberapa angka pastinya untuk EPS dan PER dikatakan baik min?

Untuk EPS, namanya juga laba gan, semakin besar semakin baik.. No limitation!

Untuk PER, secara logika perbandingan sebelumnya, tentunya semakin kecil semakin bagus. Beberapa kali PER bisa dikatakan sudah mahal? Nah kalau untuk ini Kita kembalikan kepada sudut padang investor masing”, ada yang bilang kalo 10x atau 15x masih wajar tapi kalo sudah di atas 20x sudah mahal. Tapi ada pula yang mengatakan kalo selama dia masih dibawah perusahaan sejenis di industrinya. Itu tidak masalah.

Yang ketiga PBV.
Apa sih PBV (Price To Book Value) itu? sederhananya PBV adalah perbandingan harga yang ada di pasar dengan book value perusahaan. Book value bisa diartikan juga sebagai nilai jual sesungguhnya dari suatu perusahaan pada saat dia dilikuidasi atau dibangkrutkan setelah dikurangi utang yang dimilikinya. Rasio ini juga sering kali dipergunakan oleh investor untuk menilai harga wajar suatu perusahaan.

PBV = 1x artinya harga pasarnya sama dengan nilai jual sesungguhnya ketika dilikudasi, apabila nilai rasio ini dibawah 1 artinya harga pasarnya lebih kecil daripada nilai jual sesungguhnya. Semakin kecil rasio ini semakin baik.

Yang keempat ROE.
Apa sih ROE (Return On Equity) atau laba terhadap modal sendiri.
Rasio ini sering kali dipergunakan oleh investor dalam menilai seberapa efisien manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba dengan modal sendiri yang telah diberikan oleh para pemegang sahamnya tanpa memperhitungkan utang dll.

ROE sebesar 10% artinya manajemen bisa mengembalikan modal sendiri yang disetor oleh para pemegang saham waktu 10 tahun (akumulasi 100%). Semakin besar rasio ini maka akan semakin efisien suatu perusahaan. Bahkan ada yang menggunakan rasio ini sebagai tolak ukur prospek perusahaan kedepannya. PER yang tinggi seringkali dimaafkan dengan ROE yang tinggi pula.

Yang kelima DER.
Apa sih DER (Debt To Equity) itu? sederhananya rasio ini digunakan oleh investor untuk melihat seberapa besar resiko suatu perusahaan. DER membandingkan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendirinya.

DER = 1x atau 100% artinya hutangnya sama dengan modal sendirinya. Secara logika, perusahaan yang memiliki hutang yang jauh lebih besar dari pada modal sendirinya akan semakin tinggi resikonya.

Yang keenam DY.
Apa sih DY (Deviden Yield) itu? biasanya dipergunakan oleh investor jangka panjang banget yang ngarepin bagi hasil (deviden) dari perusahaan terbukan. DY juga bisa mengukur seberapa royal mayoritas pemegang saham (MPS) yang menguasai perusahaan terhadap pemegang saham publik.

DY membandingkan antara harga yang dibayar oleh investor dengan deviden yang dibagikan oleh mayoritas pemegan saham. Umumnya ukuran royal atau tidaknya suatu perusahaan dipatok oleh investor sekitar 3% secara rata” pertahun. Semakin tinggi angka DY maka akan semakin royal pula MPS.

Kesimpulan

Sebenarnya ke enam rasio yang telah disebutkan hanyalah alat sederhana untuk melihat suatu perusahaan, layaknya Kita mengevaluasi suatu bisnis yang akan kita beli (tentunya harus dari tahun ke tahun).

1. Ketika Kita ingin mengetahui beberapa labanya, liat EPS nya.

2. Ketika Kita ingin mengetahui seberapa wajar harga yang ditawarkan, liat PER dan PBV nya.

3. Ketika ingin mengetahui efesiensi manajemennya, liat ROE nya.

4. Ketika Kita ingin mengetaui resiko perusahaannya, liat DER nya.

5. Ketika Kita ingin mengetahui seberapa royal partner bisnis Kita di perusahaan tersebut, liat DEviden Yield nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *