Ini Bukti Kebenaran ‘The Flying Dutchman’ Ada Didunia Nyata

By | 17 November 2019

Farhan21.com – Sesuai dengan namanya, The Flying Dutchman adalah legenda urban yang berasal dari negeri kincir angin, Belanda. Kapal hantu ini diyakini tidak akan pernah bisa berlabuh dan harus terus mengarungi tujuh samudra selama-lamanya. Sebenarnya masih terdapat versi lain yang mengklaim legenda ini, ada yang menyatakan bahwa itu berasal dari kisah drama Inggris berjudul The Flying Dutchman (1826) karya dari Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian kisah tersebut di adaptasi oleh seorang Pastor bernama A.H.C Römer dengan judul “Het Vliegend Schip”. Versi lainnya menyebutkan berasal dari opera oleh Richard Wagner (1841) dan ‘The Flying Dutchman on Tappan Sea’ oleh Washington Irving (1855).

Di balik itu semua, ada suatu sumber sejarah yang pernah mencatat keberadaan seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke, yang dikenal juga sebagai Ramhout Van Dam atau Van der Decken pada abad ke-17, ia mengarungi lautan dari Belanda ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa.

The Flying Dutchman

Van der Decken diduga bersekongkol dengan iblis sampai bisa mengendalikan kapalnya secepat itu. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba datang lah cuaca buruk, membuat kapalnya oleng dan seorang awak kapal pun memintanya untuk berhenti sejenak.

Tetapi, permintaan awak kapalnya itu tidak dituruti, lalu ia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku, atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tak lama setelah ia berkata demikian, sebuah badai besar datang menghantam kapalnya, lalu karam seketika. Kisah ini kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Menurut sumber lain, sebelum kejadian itu berlangsung, sempat muncul semacam wabah di kalangan para awak sehingga kapal mereka tidak di izinkan untuk berlabuh di pelabuhan manapun. Ada pendapat yang berbeda-beda mengenai kapan tepatnya kejadian ini berlangsung, ada yang menyebutkan tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau tahun 1729.

The Flying Dutchman

Setelah sekian lama menghilang, banyak orang yang mengaku telah melihat penampakan kapal ini lagi, dengan kondisi yang menakutkan. Pada tahun 1939 kapal ini muncul di Mulkzenberg. Pada tahun 1941, sekelompok orang di pantai Glencairn menyaksikan sendiri dengan mata kepala mereka ada sebuah kapal yang bergerak mendekati batu karang lalu menghilang seketika. Kesaksian serupa juga muncul dari awak kapal Angkatan Laut M.H.S Jubilee di wilayah Cape Town pada Agustus 1942, mereka melihat penampakan The Flying Dutchman.

Selain itu, ada mitos yang beredar di kalangan para pelaut tentang kapal ini. Apabila suatu kapal modern melihat kapal The Flying Dutchman, kemudian memberikan sinyal kepada mereka, maka kapal modern itu akan mengalami kecelakaan.

Baca Juga : Inilah Dia 8 Peramal Kiamat Terkenal Didunia

The Flying Dutchman

Menurut para pelaut, pertemuan dengan kapal The Flying Dutchman akan mendatangkan nasib sial. Tapi ada satu cara untuk mengelak dari bahaya tersebut, yaitu dengan memasang tapal kuda di tiang layar kapal, mereka percaya hal ini mampu menolak bala yang di bawa oleh kapal terkutuk itu.

Berikut ini adalah beberapa laporan mengenai penampakan kapal The Flying Dutchman yang sempat didokumentasikan :

The Flying Dutchman

Tahun 1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengaku telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan yang dalam sekejap kapal tersebut hilang tanpa jejak.

Tahun 1835 : Sebuah kapal Inggris terjebak badai ditengah-tengah samudera, kemudian mereka di datangi sebuah kapal asing, kapal itu mendekat seperti akan menabrak. Anehnya, sebelum kapal asing tersebut sempat membentur tubuh kapal, mereka lenyap seperti kabut.

Tahun 1939 : kapal ini menampakan diri di Mulkzenberg , beberapa orang yang melihatnya terkejut karena kapal usang tersebut tiba-tiba hilang.

Tahun 1941 : Beberapa orang di pantai Glencairn melihat sebuah kapal tua menabrak batu karang dan hancur seketika, mereka pun melaporkannya pada pihak berwenang. Pada saat dilakukan penyelidikan, tidak di temukan satupun puing-puing kapal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *