F.A.Q – Pertanyaan Yang Sering Diajukan Tentang Saham





Farhan21.com – Ingin mulai investasi saham tapi masih bingung? Supaya lebih mudah untuk mulai investasi saham, kami sudah kumpulkan beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan investor awam. Mari sama – sama kita bahas pertanyaan tersebut satu per satu.



Jadi apa sih saham itu?

Jadi Saham adalah surat berharga/ penting yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Jadi kalau Anda beli saham, maka Anda secara otomatis memiliki perusahaan tersebut. Sebagai contoh, dengan membeli saham Unilever, maka Anda adalah pemilik dari perusahaan Unilever. Begitu juga kalau membeli saham perusahaan lainnya seperti BCA, Telkom, Sampoerna. Sebagai pemilik, tentunya kamu juga akan dapat bagi hasil dari keuntungan perusahaan. Sistem bagi hasil tersebut biasanya disebut dividen.



Apa Bener kalau saham itu mahal dan hanya untuk Kalangan orang kaya saja?

Investasi saham itu murah dan terjangkau. Masyarakat sudah mulai bisa membuka rekening saham mulai dari Rp100 ribu rupiah. Jadi tidak betul kalau investasi saham itu untuk kalangan atas saja. Malahan, pasar modal diciptakan dalam suatu negara untuk pemerataan ekonomi. Dikarenakan, seluruh orang dapat berpartisipasi dalam perekonomian dengan cara membeli kepemilikan perusahaan ataupun mengutangi perusahaan melalui pasar modal.

Benar ngk sih saham tuh sama dengan forex/valas/bitcoin/futures dan hedging komoditas lainnya?

Saham itu berbeda dengan produk-produk tersebut. Saham itu adalah produk pasar modal, produk investasi, beli saham sama dengan beli perusahaan, bisa disimpan selama perusahaan tersebut masih ada (jangka panjang), bisa diwariskan, Jadi sudah ada Fatwa Syariah DSN MUI, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan valas, forex, bitcoin, dkk. adalah produk Pasar Komoditas, produk perdagangan, beli kontrak lindung nilai dari suatu komoditas, ada jatuh temponya (jangka pendek), blm ada Fatwa Syariah dr DSN, dan regulatornya namanya Bappebti (Kementerian Perdagangan).

Bener gak sih kalau saham itu haram? riba? judi?

Sistem perdagangan atau cara jual beli saham itu sudah sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini dipertegas oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) melalui Fatwa No.80 Tahun 2011. Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MUI juga secara berkala melakukan evaluasi saham mana aja yang masuk dalam kategori syariah. Dari 600an perusahaan yang menjual sahamnya di pasar modal, ada sekitar 400 yang dikategorikan sebagai saham syariah. Jadi, Anda sebenarnya bisa bebas pilih-pilih saham syariah yang mau kamu beli.

Tidak ada unsur riba dalam kepemilikan saham. Prinsip dalam kepemilikan saham yaitu Bai Musyarakah yakni bersama-sama dalam suatu usaha. Dengan kata lain, untung sama-sama, rugi juga sama-sama. Jadi secara logika gak ada unsur riba disana. Kecuali apabila bisnis perusahaannya itu merupakan bisnis riba seperti perbankan konvensional.

Jual beli saham bukan judi. Menjadi judi kalau anda berspekulasi di pasar saham. Artinya bukan barangnya yang barang judi, tapi perilaku pembeli yang berspekulasi yang membuat itu menjadi judi. Di market real pun sering dijumpai spekulan-spekulan seperti ini, jadi bukan hanya di pasar saham.

Jadi Males beli saham, risikonya sangat besar, serem..

Di Pasar Modal, sengaja pakai istilah ini biar kamu mulai familiar, ada berbagai macam saham perusahaan. Di mulai dari perusahaan yang Anda kenal dan prodaknya sehari-hari Anda pakai, sampai dengan yang gak kita kenal sama sekali. Kalau cara pemilihan saham kita benar dan tepat, dengan izin Tuhan, hasilnya akan tepat pula. Sebagai contoh, aman gak sih kalau kamu beli kepemilikan dari perusahaan Unilever? Aman gak kalau agan belinya BRI? Aman ga kl agan belinya saham Telkom? Jadi, kalau pemilihannya tepat, umumnya aman untuk jangka panjang. Kecuali kalau pemilihannya asal-asalan, siap-siap bakalan sport jantung!

Kalau mau beli saham gimana? Datang ke Bursa?

Jadi selayaknya mall, bursa itu hanya pengelola mallnya. Sementara tokonya adalah perusahaan sekuritas. Jadi kalau masyarakat mau beli dan jual saham harus ke perusahaan sekuritas, menjdi nasabah perusahaan sekuritas tersebut selayaknya di Bank diberikan user name dan password, download aplikasi online tradingnya (OLT) dan agan-agan sudah bisa bertransaksi di pasar modal indonesia. Mudah kan?

Note: Semua perusahaan sekuritas menjual barang yang seragam. Artinya, dengan cukup menjadi nasabah di salah satu perusahaan sekuritas aja, teman-teman sudh bIs membeli semua perusahaan yang menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Kemudian apa sih pasar modal?

Saham adalah salah satu produk pasar modal. Lalu, apa itu pasar modal? Secara prinsip, pasar modal itu sama dengan pasar-pasar pada umumnya. Ada penjual, ada pembeli, dan ada barang yg diperjualbelikan. Terus bedanya apa?

1. Barangnya

Kalau di pasar tradisional, barangnya sayur, beras, gula, dan lain-lain. Kalau di Pasar Modal, barangnya saham, obligasi, sukuk, dan lain-lain.

2. Mekanismenya

Yang diperjualbelikan di pasar modal adalah barang investasi bukan barang konsumsi. Mekanisme jual belinya sebagian besar sudah online trading. Jadi kurang lebih beda tipis dengan jual beli barang online seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan pasar-pasar online lainnya.

Barang apa aja yang dikeluarkan oleh perusahaan di pasar modal?

Secara garis besar, apabila perusahaan ingin mendapatkan dana masyarakat melalui pasar modal bisa melalui dua cara yaitu:

1. Berhutang kepada masyarakat secara langsung

2. Membagi kepemilikan perusahaan kepada masyarakat

Yang pertama dilakukan melalui produk yang namanya “OBLIGASI”. Dan yang kedua dilakukan dengan prodak yang namanya “SAHAM”.

Lalu, produk yang lainnya gimana? Yang lainnya adalah produk pengembangan dr kedua produk ini. Paham kedua produk ini, memudahkan kita mempelajari produk-produk pasar modal lainnya.





Leave a Comment

x