Penjelasan Tentang Amplitudo Modulasi

By | 25 May 2019

Amplitudo Modulasi

            Dalam Amplitudo Modulasi amplitudo sinus frekuensi gelombang tinggi (carrier) yang bervariasi sesuai dengan nilai sesaat dari sinyal modulasi.

Pertimbangkan sinus sinyal Vm (t) dengan frekuensi f

Vm (t)= B. Sin (2πf.t)

Dan lain sinus sinyal Vc (t) disebut modulasi sinyal, sinyal Vc (t) disebut sinyal pembawa

Vc (t)= A. Sin (2πf.t)

Sinyal Vm (t) disebut modulasi sinyal, sinyal Vc (t) disebut sinyal pembawa. Variasikan amplitudo Vc pembawa (t) menambahkan modulasi sinyal Vm (t) ke A.

Anda mendapatkan sinyal Vm (t) dimodulasi amplitudo, yang dapat dinyatakan oleh :

Vm (tt) = [A + k.B Sin (2πf.t)]. Sin (2πf.t) = A. [1 + m. Sin (2πf.t)]. Sin (2πf.t)

Dengan k = konstanta proporsionalitas .

Persentasi modulasi sinyal didefenisikan sebagai nilai :

m=  . 100

dengan mengacu FIG. 11.12, modulasi indeks m dapat dihitung dengan cara ini

m= . 100%

DETEKTOR AMPLOP

Ekstraksi sinyal modulasi dari sinyal AM dapat dilakukan menggunkan detector. Consider amplop sinyal AM ditunjukkan pada Gambar11.2, dan catatan bahwa sinyal modulasi merupakan amplop dari bentuk gelombang yang dilaporkan.

Amplop detector yang paling umur terdiri dari diode diikuti oleh operasi filter.its RC di analog dengn penyearah setengah gelombang, sebagai tegangan output mngikuti nilai maksimum carrier. Sebagai amplitude dari carrier adalah variable, dengan benar memilih R dan C, output dari detector setia dapat mereproduksi setiavariasi.

Blok Diagram

Penjelasan Tentang Amplitudo Modulasi

DISTORSI DARI SINYAL TERETEKSI

Sinyal didemodulasi dapat memiliki dua jenis distorsi:

  1. Jika RC waktu yang konstan terlalu kecil sehubungan dengan periode carrier, amplop approximated ke gelombng dipengruhi oleh riak, semakin jelas semakin rendah nilai RC.
  2. Jika RC waktu yang konstan terlalu tinggi sehubngan dengan periode dari sinyal modulasi, sinyal yng terdeteksi selalu mengikuti perilku amplop, tapi kadang-kadang dibutuhkan hokum penurunan eksponensial (distorsi dengan memotong diagonal)
  3. Distorsi yang disajikan oleh sinyal terdeteksi dikenal sebagai distorsi dengan memotong diagonal

Nilai maksimum RC dihitung mengandaikan bahwa pembuangan kapasitor C pada R resistor ke irama yang lebih tinggi atau sama dengan satu dimana amplop dari sinyal termodulasi turun. Kondisi terdeteksi adalah sebagai berikut :

R.C ≤

Dengan  m = indeks modulasi

fmaks = frekuensi maksimum dari sinyal modulasi

Perhatikan bahwa untuk m = 1 kondisi tidak dapat satisfied dan juga sinyal yang terdeteksi akan pasti terdistorsi.

EFESIENSI DETEKSI

Efisiensi N amplop detector diode didefinisikan sebagai rasio antara amplitude sinyal output dari detector dan amplitude amplop dari sinyal AM maasukan. Misalkan bahwa di frekuensi operator, reaktansi kapasitor [ 1/ (2₶.FC)] jauh lebih kecil daripada resistansi R (hipotesis diperiksa jika RC >> 1/F untuk recude riak), efisiensi n praktis tergantung pada hubungan antara R dan ketahanan rd diferensial dioda

PERTIMBANGAN TERAKHIR PADA PEMILIHAN RC DI ATAS DETEKTOR AMPLOP

  1. Untuk mendapatkan efesiensi deteksi R resistensi harus jauh lebih tinggi dari pada rd resistensi diferensial diada ( R >> rd )
  2. Untuk minimaze yang riplean sinyal terdeteksi produk RC harus jauh lebih tinggi dari pada periode T dari carrier ( RC >> T )
  3. Untuk menghindari distorsi dengan memotong diagonal produk RC harus lebih kecil dari atau sama dengan nilai,yang tergantung pada frequensi modulasi dan pada indeks modulasi.Dalam kasus sinyal modulasi dengan amplitudo dan frequensi variabel,nilai maksimum dari frequensi serta indeks modulasi harus dipertimbangkan.