Setelah 10 Kali Ganti Raja, Akhirnya Majapahit Hancur

By | 19 November 2019

Farhan21.com – Majapahit adalah Kerajaan kuno yang berhasil mempersatukan pulau-pulau di Nusantara dalam satu kekuasaan tunggal, di Trowulan, Tanah Jawa pusat kerajaan ini berdiri.

 

Kejayaan Majapahit

Berdiri pada 1293 – 1527, Majapahit menjadi salah satu kerajaan yang di segani di Asia, bahkan dunia.

Majapahit didirikan Raden Wijaya (1293-1309) di Jawa Timur pada 1293. Semula, pusat pemerintahan kerajaan ini berlokasi di Mojokerto, kemudian digeser ke Trowulan oleh Jayanegara (1309-1328) sebelum beribukota di Kediri.

Majapahit Hancur

Majapahit mencapai masa keemasan pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk alias Rajasanagara (1350-1389), yang didampingi oleh panglima besar legendaris, Mahapatih Gajah Mada, yang mengucap Sumpah Palapa demi cita-cita “menyatukan” Nusantara.

Majapahit Hancur

Wilayah Majapahit sangat luas meliputi hampir seluruh Nusantara. Detilnya memang masih menjadi perdebatan, namun setidaknya itulah yang tercatat dalam Nagarakertagama. Berkat Gajah Mada sebagai panglima tertinggi kepercayaan Hayam Wuruk, sekitar 98 kerajaan bernaung di bawah kuasa Majapahit.

Majapahit Hancur

Perluasan Majapahit sampai juga ke negeri tetangga yaitu Semenanjung Malaya (Malaysia dan Brunei Darussalam), Tumasik (Singapura), sebagian Thailand dan Filipina, berkat armada angkatan laut Majapahit yang luar biasa.

Kemunduran Majapahit

Majapahit Hancur

Wafatnya Gajah Mada pada 1364 menjadi awal redupnya kejayaan Majapahit. Pada 1363, sepulang dari kunjungannya ke Candi Simping di Blitar, Hayam Wuruk mendapati Gajah Mada sedang sakit.

Majapahit Hancur

Hayam Wuruk sangat terpukul atas mangkatnya Gajah Mada. Ia sangat berutang budi dan menghormati sosok yang membawa Majapahit mencapai puncak keemasan. Oleh karena itu, Hayam Wuruk tidak menunjuk pengganti mahapatih baru. Dan memegang sendiri tugas Gajah Mada yang belum selesai. Sempat ditunjuk Gajah Enggon, namun tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik.

Tidak ada yang mampu menggantikan Gajah Mada.

Wafatnya Gajah Mada berdampak besar. Keutuhan wilayah Majapahit yang amat luas mulai goyah. Beberapa wilayah kekuasaan yang tersebar luas di Nusantara dan Asia Tenggara mulai mengorbankan perlawanan untuk melepaskan diri dari Majapahit.

Baca Juga : Pernah Mimpi Bertemu Dengan Diri Sendiri? Ternyata Ini Maknanya

Majapahit Hancur

Dengan wafatnya Hayam Wuruk pada 1389, lengkap sudah duka lara yang dialami Majapahit. Tidak adanya sistem kaderisasi atau peremajaan pemimpin, akhirnya lambat laun membuat Majapahit memudar. Memang Majapahit tidak serta merta langsung buyar

Majapahit Hancur

Perang saudara memperebutkan kekuasaan mulai terjadi, yaitu Perang Paregreg antara Wikramawardhana (1389 – 1429) melawan Bhre Wirabumi, lalu diteruskan oleh Ratu Suhita (Dyah Ayu Kencana Wungu) dari 1429 – 1447. Setelah itu masih ada 7 pergantian Raja Majapahit

Majapahit Hancur

  • Kertawijaya atau Brawijaya I (1447-1451),
  • Rajasawardhana atau Brawijaya II (1451-1453),
  • Purwawisesa atau Brawijaya III (1456-1466),
  • Suraprabhawaatau Brawijaya IV (1466-1468),
  • Bhre Kertabumi atau Brawijaya V (1468-1478),
  • Girindrawardhana atau Brawijaya VI (1478-1498).
  • Patih Udara atau Brawijaya VII (1498 – 1527)

Dengan berkembangnya Kerajaan Islam yaitu Kesultanann Demak, pada 1475 membuat kekuasaan Majapahit terpuruk. Pendirinya yaotu Raden Patah adalah istri dari selir Brawijaya V, bernama Siu Ban Ci, lari dari kerajaan dan mendirikan Kerajaan Baru. Raden Patah kecewa karena dia merasa harusnya yang mewarisi tahta Majapahit, malah saudara iparmya Girindrawardhana yang diberi tahta Kerajaan bergelar Brawijaya VI. Raden Patah memerintah Demak daei 1500-1518.

Majapahit Hancur

Raja ini akhirnya juga ditelikung oleh ajudannya sendiri Patih Udara pada 1498, merebut Majapahit bergelar Brawijaya VII.

Memang tidak ada bukti penyerangan Demak terhadap Majapahit, namun kerajaan yang sudah goyah menemui akhir pada 1527, saat Demak dipimpin oleh Pati Unus. Majapahit benar-benar runtuh setelah 230 tahun berkuasa.

Sejarah mungkin harus diluruskan, karena Majapahit runtuh dengan sendirinya, tidak karena serangam kesultanan Demak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *